Gagal Raih Gelar di Malaysia dan Singapura, Ini Evaluasi Pelatih Ganda Putra

Herry Iman Pierngadi (Badmintonindonesia.org)
18 April 2019 22:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Solopos.com, JAKARTA - Wakil-wakil Indonesia di nomor ganda putra gagal meraih gelar di turnamen Malaysia Open 2019 dan Singapura Open 2019. Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, pun memberikan evaluasi terkait penampilan anak asuhnya.

Di Malaysia Open 2019, ganda putra cuma menyetor satu wakil di babak semifinal yakni Fajar Alfian/M. Rian Ardianto. Fajar/Rian lantas tersingkir di fase itu setelah dibekuk wakil Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Sementara pasangan unggulan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tersingkir di babak-babak awal.

Kamura/Sonoda juga menjadi penjegal para wakil Indonesia di Singapura Open 2019. Mereka menghentikan Marcus/Kevin di babak semifinal, serta membekuk Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di babak final. Alhasil, ganda putra pun tak mampu menyumbang gelar di dua turnamen tersebut.

"Hasilnya memang kurang bagus. Tapi ada satu kemajuan, pecah telur kalau bahasa saya yakni Fajar/Rian lolos delapan besar Malaysia Open 2019. Mereka bisa mengalahkan Marcus/Kevin, saya sebagai pelatih senang, karena ada kemajuan buat Fajar/Rian. Sebelumnya skor pertemuan terakhir 3-0 untuk keunggulan Marcus/Kevin," kata Herry IP seperti dilansir Badmintonindonesia.org, Kamis (18/4/2019).

Ganda putra memang selalu menjadi andalan Indonesia untuk menyumbang gelar di setiap turnamen. Keberadaan Marcus/Kevin yang merupakan pasangan nomor satu dunia menjadi salah satu alasannya. Apalagi, Fajar/Rian dan Hendra/Ahsan juga masuk dalam daftar peringkat 10 besar dunia. Namun, performa Marcus/Kevin nampak menurun belakangan.

"Memang kalau saya lihat, Marcus/Kevin ada sedikit penurunan. Saya belum ngobrol sama mereka, apa mungkin ada rasa jenuh, sudah tidak ada tantangan, atau seperti apa?" terang Herry IP.

"Kalau saya berpikirnya positif, menjelang olimpiade, kalau menang-menang terus, sejarah sudah membuktikan, nanti di olimpiade masih tanda tanya. Idealnya sih memang menang-menang dan di olimpiade juga menang. Marcus/Kevin belum dapat gelar juara dunia dan emas olimpiade, jadi target utamanya memang di dua kejuaraan itu."