Nadal Telan Kekalahan Terburuk dalam 14 Musim

Rafael Nadal (Reuters/Danielle Parhizkaran)
22 April 2019 14:55 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, MONTE CARLO — Tidak ada yang meragukan kelihaian Rafael Nadal saat bertarung di lapangan tanah liat (clay-court). Puluhan gelar diraihnya dari lapangan tersebut yang membuat dirinya mendapat predikat King of Clay (Raja Tanah Liat).

Monte Carlo Masters adalah salah satu turnamen lapangan tanah liat yang menjadi favoritnya. Di turnamen ini, Nadal bahkan sudah merebut 11 gelar juara dan menjadi petenis putra dengan gelar terbanyak di Monte Carlo sejak 1897. Namun penampilan petenis Spanyol itu saat melawan Fabio Fognini di semifinal Monte Carlo Masters 2019 ibarat anomali.

Nadal seperti kehilangan sentuhannya dan takluk dari petenis Italia itu dengan skor 4-6, 2-6, Minggu (21/4/2019). Kalah dengan tempo satu jam lebih 36 menit tentu bukan tipikal Nadal yang amat menguasai lapangan tanah liat. Apalagi Nadal punya rekor cukup meyakinkan atas Fognini yakni unggul 11-3.

Dia mengklaim enam kemenangan secara beruntun sejak kalah dari Fognini di US Open 2015. Namun setelah angin berhembus di Court Rainier III, Monte Carlo, kondisi tersebut membuat juara bertahan kewalahan. Dia mengakui tak semua strateginya berjalan dengan baik.

“Hari ini seperti hari yang semuanya berjalan dengan salah. Saya mungkin memainkan salah satu pertandingan terburuk di clay-court dalam 14 musim terakhir,” ujar Nadal seperti dilansir Reuters, Minggu.

Hampir satu bulan lalu, Nadal mundur dari semifinal di Indian Wells melawan Roger Federer akibat cedera lutut yang juga membuatnya mundur dari Miami. Namun, kembali lapangan Monte Carlo yang telah ia kenal dengan sangat baik, ia tidak kehilangan satu set pun dalam perjalanannya ke semifinal. Sayang penampilannya berujung antiklimaks di empat besar.

“Saya kembali bertanding setelah melalui momen terendah dalam hal cedera dan dari segi mental, tidak mudah untuk menerimanya.”

Nadal selanjutnya akan berpartisipasi di Barcelona Open 2019 dengan misi mengincar gelar ke-12 di turnamen itu. Dia akan mengawalinya dengan melawan Marius Copil atau Leonardo Mayer.