Novak Djokovic Juara Madrid Open 2019

Novak Djokovic (Reuters/Javier Barbancho)
14 Mei 2019 14:55 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, MADRID — Novak Djokovic yang gagal meraih trofi sejak Australian Open 2019 akhirnya kembali menjadi kampiun setelah membekuk Stefanos Tsitsipas dalam final Madrid Open 2019, Senin (13/5/2019) dini hari WIB.

Djokovic menang dua set langsung, 6-3, 6-4, yang membawanya meraih gelar ke-33 di turnamen Masters 1000. Torehan itu menyamai rekor Rafael Nadal sekaligus tinggal berjarak lima gelar dari peraih trofi terbanyak di Masters 1000, Roger Federer.

Setelah ini, Djokovic bakal bersaing memperebutkan gelar ke-34 pada turnamen Masters saat tampil di Italian Open 2019, pekan ini. Namun ajang itu sejatinya “hanya” akan dijadikan ajang pemanasan bagi Djokovic untuk bertarung dalam French Open 2019 di Roland Garros, 26 Mei 2019 mendatang.

Petenis Serbia ini tak pernah lagi menjuarai French Open sejak dia mengalahkan Andy Murray di final turnamen tersebut tiga tahun lalu. Gelar itu juga menjadi trofi terakhir Djokovic di lapangan tanah liat sebelum dia menjuarai gelar ketiganya di Madrid Open tahun ini. Petenis berjuluk Djoker itu hanya butuh waktu sekitar 90 menit untuk membekuk Tsitsipas, petenis yang belum pernah dia kalahkan di dua pertemuan sebelumnya.

Djokovic tampak jeli mengeksploitasi fisik kelelahan Tsitsipas yang mengalahkan Rafael Nadal kurang dari 24 jam sebelum turun ke final Madrid Open. Djokovic mengaku kemenangan atas petenis Yunani tersebut sangat penting untuk kepercayaan dirinya jelang ajang grand slam French Open, dua pekan mendatang.

“Saya tidak memainkan permainan terbaik saya sejak memenangi Australian Open. Namun saya mengawali pekan di Madrid dengan baik dan kehilangan satu set pun,” ujar Djokovic seperti dilansir The Guardian, Senin.

Sementara itu, Tsitsipas mengakui tidak dalam kondisi prima setelah susah payah membekuk Nadal dalam tiga set di babak semifinal. Dia merasa badannya kurang bisa merespons apa yang dia pikirkan. “Saya merasa kelelahan, tidak hanya di kaki saya, tapi di semua bagian tubuh. Saya benar-benar tidak mendapat solusi,” tutur petenis 20 tahun itu.