Indonesia Vs Taiwan: Tunggal Putra Bisa Jadi Pembeda

Anthony Sinisuka Ginting (Badmintonindonesia.org)
24 Mei 2019 08:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, NANNING — Tim Indonesia bakal menjalani laga tricky ketika menghadapi Taiwan dalam babak perempatfinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, Jumat (24/5/2019). Perebutan poin di lima sektor pertandingan dinilai bakal berlangsung sengit lantaran kekuatan kedua tim cenderung berimbang. Keunggulan di nomor tunggal putra disebut-sebut bisa menjadi kunci untuk meloloskan tim ke semifinal.

Jika melihat peta kekuatan, Taiwan memiliki keunggulan di tunggal putri melalui Tai Tzu Ying. Tunggal putri terbaik dunia itu dianggap masih setingkat lebih baik dibanding pebulutangkis Indonesia seperti Gregoria Mariska Tunjung maupun Fitriani. Taiwan juga memiliki Chou Tien Chen yang notabene peraih medali perak Asian Games 2018.

Di sektor ganda putra, Indonesia beruntung karena Taiwan tak bisa menurunkan pasangan terbaiknya, Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin. Namun mereka masih punya ganda nomor 11 dunia, Liao Min Chun/Su Ching-Heng. Taiwan juga dapat memainkan Wang Chi-Lin berpasangan dengan Lee Yang. Duo tersebut terbukti mampu membekuk andalan Korea Selatan, Choi Solgyu/Seo Seung Jae, dua game langsung di fase grup lalu.

Legenda bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono, menilai sektor tunggal putra wajib mencuri poin agar jalan menuju semifinal lebih mudah. Dia menyebut tunggal putri Indonesia bakal menjadi kartu mati sedangkan ganda putra diprediksi mendapat perlawanan sengit dari Taiwan. Jika gagal mengambil angka di tunggal putra, tim Merah Putih bisa riskan di ganda campuran, nomor yang belum pernah dimenangi Indonesia di turnamen edisi 2019.

“Ganda putra kita kuat, ganda putri mungkin 50:50, tinggal ganda campurannya dan siapa yang duluan leading nanti. Makanya semoga kita bisa ambil tunggal putra biar bisa unggul banyak,” ujar Rudy dilansir Detik, Kamis (23/5).

Bagi tunggal putra Indonesia, Chou bukan lawan yang asing. Anthony Sinisuka Ginting sudah sembilan kali bertemu dengan Chou dan unggul 5-4 dalam catatan pertemuan. Sementara itu, Jonatan Christie selalu menang dalam lima kali duel dengan pebulutangkis 29 tahun itu. Rekor pertemuan ini tentu cukup melegakan bagi skuat Merah Putih. Namun Indonesia tetap perlu waspada karena tekanan di turnamen beregu berbeda dengan perseorangan.

Manajer tim Indonesia, Susy Susanti, mengakui Taiwan kuat di sektor tunggal serta ganda putra. Pihaknya bakal meramu formasi terbaik untuk membendung kekuatan Taiwan. Sebelumnya Indonesia menurunkan formasi berbeda di fase grup melawan Inggris dan Denmark.

“Taiwan cukup kuat di nomor tunggal dan mungkin ganda putra. Namun secara head to head peluang kita lebih besar. Untuk formasi, kami akan evaluasi lebih dulu dan diskusi dengan para pelatih,” ujar Susy dilansir Badminton Indonesia