Tabrak Putra Michael Schumacher, Pembalap Indonesia Ini Minta Maaf

Sean Gelael (sean/gelael.com)
24 Juni 2019 00:30 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, LE CASTELLET — Sean Gelael kembali gagal menambah pundi-pundi poinnya setelah tak mampu menembus 10 besar dalam GP Prancis di Sirkuit Paul Ricard. Setelah gagal finis karena bertabrakan dengan rekan setim, Mick Schumacher, di feature race, Sabtu (22/6/2019) malam WIB, pembalap Prema Racing itu hanya finis nomor 17 di sprint race yang digelar Minggu (23/6/2019) malam WIB.

Hasil ini membuat Gelael belum beranjak dari posisi 16 klasemen sementara Formula 2 (F2) dengan 11 poin. Kali terakhir pembalap kelahiran Jakarta itu meraih angka saat finis di posisi sembilan dalam feature race di GP Spanyol, 12 Mei 2019. Kegagalan Gelael memetik poin di Paul Ricard cukup disayangkan mengingat dia start dari posisi 10 di feature race.

Saat itu Gelael justru bertabrakan dengan rekan setim, Mick Schumacher, di awal lomba yang membuat keduanya terlempar dari balapan. Gelael yang tengah berusaha menyusul Nobuharu Matsushita jelang tikungan 3 selepas start harus keluar trek karena sang rival mendadak pindah jalur di area pengereman. Hal itu membuat Gelael kesulitan mengendalikan mobil hingga menghantam keras mobil Schumacher dari belakang.

Insiden itu membuat Gelael dihukum start dari pit lane dalam sprint race hari Minggu. Pembalap 22 tahun ini pun harus puas finis di posisi 17. Schumacher sendiri kembali bernasib sial setelah gagal finis karena ban kempis. Adapun gelar juara sprint race diraih tuan rumah Anthoine Hubert.

Gelael mengaku menyesal dan langsung meminta maaf pada Schumacher selepas insiden di feature race. “Saya meminta maaf karena kami sesungguhnya berada pada posisi yang baik untuk bersama-sama meraih angka,” ujar Gelael dilansir Motorsport, Minggu.

Sementara itu, Mick Schumacher menganggap Gelael tak berniat buruk saat menabrak mobilnya hingga terpental ke udara pada feature race. Putra pembalap legendaris, Michael Schumacher, ini menilai insiden tersebut adalah sebuah ketidaksengajaan.

“Apa yang baru saja terjadi memang sangat disayangkan karena kami mendapat start bagus dan percaya diri untuk bersaing memperebutkan lima besar. Namun tentu saja, sesuatu seperti itu tidak pernah dilakukan secara sengaja, apalagi oleh rekan setim,” ujar Schumacher.