Merasa Dikerjai di GP Austria, Ferrari Enggan Banding

Charles Leclerc (Reuters/Lis Niesner)
01 Juli 2019 22:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, SPIELBERG — Nestapa Ferrari seolah tak kunjung berakhir di Formula 1 (F1) musim ini. Setelah menjadi bulan-bulanan tim Mercedes di delapan seri awal, Tim Kuda Jingkrak giliran kalah bersaing dengan Red Bull dalam seri kesembilan F1 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, akhir pekan lalu.

Ferrari menuding stewards GP Austria “merampas” kemenangan mereka setelah dianggap mengambil keputusan yang salah di balapan tersebut. Pada lap ke-69 di balapan GP Austria, pembalap Red Bull, Max Verstappen, bersinggungan dengan pembalap Ferrari, Charles Leclerc, saat berduel memperebutkan posisi terdepan di Tikungan 3.

Merasa dipepet keluar lintasan, Leclerc menuding Verstappen telah melanggar aturan. Verstappen memang finis pertama, tapi kepastian soal kemenangan pembalap asal Belanda itu baru diumumkan tiga jam kemudian.

Dalam pernyataan resmi, stewards GP Austria mengklaim tidak ada pembalap yang sepenuhnya atau sebagian besar bersalah atas insiden tersebut. Team Principal Ferrari, Mattia Binotto, menilai pengawas balapan telah membuat keputusan keliru. Dia menyebut Leclerc telah memberikan ruang yang banyak tapi Verstappen malah memepet pembalapnya keluar trek.

Meski demikian, pihaknya tidak berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut. “Meski kecewa, kami menghormati sepenuhnya putusan stewards. Mereka yang berhak menilai,” ujar Binotto dilansir Motorsport, Senin (1/7/2019).

Kemenangan Verstappen di Austria menjadi gelar pertama yang diraih Red Bull musim ini. Tak hanya itu, Verstappen sukses mengakhiri penantian panjang Honda untuk meraih kemenangan pertama mereka di F1 sejak 13 tahun silam. Sebelum ini, kali terakhir mobil bertenaga mesin Honda menjuarai balapan ketika Jenson Button finis pertama di GP Hungaria 2006.

“Berkat upaya dari semua staf Honda F1 di Jepang dan Inggris, yang bekerja tanpa lelah dalam pengembangan mesin, kami akhirnya berhasil. Kemenangan pertama kami di era hibrida, dan kemenangan pertama kami sejak GP Hungaria 2006,” kata Direktur Teknis F1 Honda, Toyoharu Tanabe.