Kisah Samantha Edithso, Bocah 11 Tahun Peraih Deretan Gelar Catur Dunia

Samantha Edithso (Solopos.com/Chrisna Chanis Cara)
02 Juli 2019 23:35 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, KARANGANYAR - Tubuhnya mungil. Wajahnya pun imut-imut dengan rambut poni yang menutupi dahi. Namun jangan tertipu dengan penampilan Samantha Edithso. Meski baru berusia 11 tahun, bocah asal Bandung itu bisa dengan mudah mengalahkan orang yang lebih berumur di papan catur.

Kejeniusan Samantha bahkan sudah mendunia saat umurnya baru menginjak sembilan tahun. Saat itu, dia berhasil menjuarai catur kilat dalam Kejuaraan Catur Antarpelajar Asia ke-13 2017 di Liaoning, China. Lawannya tak main-main, pecatur handal berusia 16 tahun asal Filipina, Woman FIDE Master (WFM) Doroy Allaney Jia.

Bocah kelahiran Jakarta, 17 Februari 2008, itu menyapu bersih sembilan babak untuk menang mutlak dari sang lawan. Prestasinya terus menanjak setelah tahun lalu meraih gelar di kejuaraan catur kadet dunia 2018 di Santiago de Compostela, dan kejuaraan internasional FIDE World Championship 2018 U-10 di Minks, Belarusia.

Samantha bukan berasal dari keluarga pecatur. Perkenalannya dengan dunia catur bahkan cukup menggelikan. Saat bersekolah di SD Santa Ursula Bandung, Samantha yang kala itu berusia enam tahun dihadapkan pada dua pilihan ekstrakurikuler (ekskul), futsal atau catur. Dia akhirnya memilih catur dengan alasan sederhana, tulisannya bagus!

“Kata catur juga enak didengar, jadinya ikut-ikut aja. Saat masuk ruang ekskul pun masih asing karena aku enggak tahu catur itu seperti apa,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, di sela Asian Juniors Chess Championships (AJCC) 2019 di Lorin Solo Hotel, Karanganyar, Selasa (2/7/2019).

Namun guru catur di Santa Ursula saat itu sudah mencium bakat Samantha. Prediksi sang guru tepat, putri pasangan Larry Edith dan So Siau Sian itu hanya butuh tiga tahun untuk mahir bermain catur. Samantha saat ini tercatat memiliki elo rating FIDE 1786, salah satu yang tertinggi di dunia untuk pecatur putri seusianya.

Pecatur berpredikat WFM ini mengaku berambisi memenangi AJCC 2019 untuk meningkatkan ratingnya sekaligus mengejar gelar Grand Master di usia 12 tahun. Jika itu terpenuhi, Samantha berpotensi memecahkan rekor GM termuda yang saat ini dipegang Sergey Karjakin asal Rusia (12 tahun 7 bulan).

Namun Samantha perlu bekerja ekstra keras karena lawan-lawan berat yang lebih berpengalaman sudah menantinya. Di babak awal AJCC kategori catur klasik, Selasa, Samantha sudah harus melawan pecatur Kazakhstan, Serikbay Assel, yang berusia tujuh tahun lebih tua darinya.

“Lawan-lawan yang lebih berpengalaman bisa mengasah mentalku,” tutur pengidola Magnus Carlsen dan Mikhail Tal itu.