Moto GP Jerman: Marquez Incar Magnificent Seven di Sachsenring

Marc Marquez merayakan kemenangannya pada balapan Moto GP 2019 seri ketujuh di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (16/6 - 2019) malam WIB. (Reuters/Albert Gea)
06 Juli 2019 09:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, SACHSENRING — Sachsen-King atau Raja Sachsenring adalah predikat yang tak bisa lepas dari Marc Marquez beberapa musim terakhir. Bagaimana tidak? Sejak promosi ke Moto GP pada 2013, pembalap berjuluk Baby Alien itu selalu meraih kemenangan di GP Jerman, tepatnya di Sirkuit Sachsenring.

Jika ditarik ke belakang lagi, Marquez malah sudah sembilan kali beruntun menang di Sachsenring pada tiga kelas berbeda. Akhir pekan ini Marquez mengincar kemenangan ketujuh beruntun di Moto GP Jerman atau kesepuluh di semua kelas di Sirkuit Sachsenring.

Rekor bagus di Sirkuit Sachsenring membuat Marquez berpeluang menambah keunggulan di puncak klasemen Moto GP 2019 jelang paruh musim.
Pembalap Spanyol itu memasuki GP Jerman dengan keunggulan 44 poin atas pembalap Ducati Andrea Dovizioso.

Meski difavoritkan kembali menang, Marquez enggan jemawa. Kegagalannya di GP Amerika Serikat (AS) musim ini menjadi pelajaran agar tak terlalu percaya diri di sirkuit yang dikuasai. Setelah selalu menang di Sirkuit Austin, Marquez untuk kali pertama kalah setelah gagal finis di GP AS beberapa waktu lalu.

“Tentu saya punya pengalaman buruk di Austin, yang artinya orang-orang akan kembali mengharapkan saya kembali menang di sini. Momen itu adalah yang terburuk di paruh pertama musim ini,” ucap Marquez dilansir Crash, Jumat (5/7/2019).

Sementara itu, Andrea Dovizioso justru belakangan kerap keteteran menyaingi konsistensi Marquez. Setelah menjuarai seri perdana di GP Qatar, prestasi terbaik pembalap Ducati itu selanjutnya hanyalah runner up di GP Prancis. Di dua seri terakhir, Dovi bahkan hanya memetik 13 poin hasil finis keempat di GP Belanda.

Sejumlah pihak menuding Dovizioso mulai kehilangan level agresivitasnya di lintasan setelah hasil di Sirkuit Assen. Namun sang pembalap menampik anggapan tersebut. “Sebagian besar orang berpikir saya tidak mencoba membuat sesuatu yang lebih baik. Tapi ini bukan kenyataan. Jika Anda tidak punyai kecepatan untuk tetap di depan, ini bukan tentang agresivitas yang dapat memengaruhi hasil,” tutur Dovizioso.