Sport
Sabtu, 5 Juni 2021 - 15:55 WIB

Sudah Tahu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Jadi Ikon PON Papua? Arie Kriting Protes

Newswire  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. (Instagram-@raffinagita1717)

Solopos.com, JAKARTA -- Event olahraga multi cabang terbesar di Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) kali ini akan digelar di Papua pada 2-15 Oktober 2021. Menjelang event empat tahunan itu digelar, kontroversi hadir.

Hal ini menyangkut penunjukkan selebritas papan atas Tanah Air, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, menjadi ikon PON XX Papua.

Advertisement

Protes disampaikan stand up komedian, Arie Kriting. Melalui akun Instagramnya, ia mengkritisi penunjukkan Nagita sebagai ikon PON XX Papua. Ia mengunggah tangkapan layar Nagita yang mengenakan pakaian tradisional Papua sekaligus menuliskan pendapatnya terkait penunjukan Nagita sebagai Ikon PON Papua.

Ia menjelaskan bahwa penunjukan Nagita sebagai ikon pada akhirnya akan mendorong terjadinya cultural appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, dipresentasikan langsung oleh perempuan Papua. Unggahan itu pun lantas menjadi sorotan publik.

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa penunjukan Nagita sebagai ikon pada akhirnya akan mendorong terjadinya cultural appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, dipresentasikan langsung oleh perempuan Papua. Unggahan itu pun lantas menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Ikuti Jejak Raffi Ahmad, Gading Marten Akuisisi Persikota Tangerang

Panitia Besar PON pun langsung merespons. Menurut Ketua II PB PON, Roi Letlora, salah satu alasan memilih Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua adalah karena mereka memiliki jumlah follower yang banyak.

Advertisement

"Sebenarnya kami pilih Raffi dan Nagita itu untuk tujuan sosialisasi. Sementara yang menjadi duta PON itu ialah Boaz Solossa. Kami menunjuk Boaz karena dia merupakan representasi Papua sebagai tuan rumah," kata Roi, Sabtu (5/6/2021).

Orientasi Marketing

Pemilihan Boaz, sebut Roi, juga melalui tahapan seleksi. Tapi akhirnya Boaz terpilih karena dinilai sebagai putra daerah yang memiliki prestasi bagus dan kehidupan sosial yang baik.

"Sedangkan Raffi, tadinya hanya Raffi. Tapi kemudian dipaketkan dengan Nagita Slavina. Itu pun dengan tahapan seleksi juga. Kami mencari yang memiliki follower banyak dan punya kapasitas untuk kami pakai sebagai influencer yang bertugas menyosialisasikan PON dalam waktu singkat ini," dia menjelaskan.

Advertisement

Baca Juga: Tak Kena Penyekatan di Jalan, Raffi Ahmad Melenggang Pakai Jet Pribadi

Roi mengaku enggan berdebat dengan Arie Kriting karena perbedaan pandangan keduanya. "Tapi mas Arie tak salah bicara begitu karena dia melihat dari sisi bagaimana keterlibatan orang asli Papua. Sedangkan saya dari sisi bagaimana memasarkan dan sosialisasi PON karena saya yakin sampai detik ini pasti ada orang yang tidak tahu PON itu di Papua," ujarnya.

"Jadi kalau saya mau berdebat dengan mas Arie, enggak akan selesai karena perspektifnya berbeda. Saya melihat dari strategi marketing, dia melihat dari sosial budaya, tak bakal ketemu."

Advertisement

Tanpa Sepengetahuan Pemerintah

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengaku bahwa penunjukkan ikon PON XX Papua tanpa sepengetahuan Kemenpora apalagi Presiden. Ia akan berkomunikasi dengan PB PON terkait kontroversi penunjukkan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

"Pertama, publik harus tahu keputusan penunjukan ikon PON bukan oleh pemerintah pusat, oleh Menpora, apalagi jika dikaitkan dengan Presiden. Sama sekali tidak, kami tak tahu menahu. Ini sepenuhnya keputusan PB PON, yang ketuanya Gubernur Papua [Lukas Enembe]," kata Amali dalam jumpa pers virtual, Jumat (4/6/2021).

"Tapi saya kira ini aspirasi masyarakat yang harus saya perhatikan. Saya akan komunikasi dengan PB PON supaya mempertimbangkan lagi daripada ini menjadi kontra yang berkepanjangan," ujar Menpora.

Baca Juga: Seusai Akuisisi Cilegon United, Raffi Ahmad Mau Bangun Sekolah Sepak Bola

"Saya juga akan komunikasi dengan pihak Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Sebenarnya mereka kan profesional saja. Mereka ditunjuk PB PON dan melaksanakan tugas bagaimana sesuai kesepakatannya, tapi kemudian jadi kontroversi," dia menjelaskan.

Menyoal apakah nanti ada pergantian ikon PON Papua, Amali enggan berspekulasi. Sebab, penunjukan ikon dan duta merupakan kewenangan penuh dari panitia besar ajang multievent tingkat nasional empat tahunan tersebut.

"Saya kira kami serahkan kepada PB PON untuk memutuskan. Kami akan kasih masukan lah," ucap Amali tanpa menyebut nama-nama putra putri daerah yang ideal jika Nagita dan Raffi Ahmad diganti.

"Seperti yang saya sampaikan, mungkin saja tujuan mereka kenapa memunculkan figur yang dikenal luas masyarakat supaya publikasi PON jadi masif. Tapi kami akan diskusi, saya bicara dengan ketua hariannya," tegas Menpora.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif