Sport
Rabu, 1 Mei 2013 - 23:06 WIB

Takut Timnya Kalah, Bos Dortmund Sembunyi di Toilet

Redaksi Solopos.com  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Para pemain Dortmund melepaskan kegembiraannya setelah memastikan langkahnya melaju ke final Liga Champions dengan menyingkirkan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (1/5/2013) dini hari WIB. JIBI/SOLOPOS/Reuters

Advertisement

Para pemain Dortmund melepaskan kegembiraannya setelah memastikan langkahnya melaju ke final Liga Champions dengan menyingkirkan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (1/5/2013) dini hari WIB. JIBI/SOLOPOS/Reuters

SOLO – Borussia Dortmund nyaris membuyarkan impiannya melangkah ke final Liga Champions kali pertama sejak 1998 saat menghadapi Real Madrid pada  semifinal leg kedua Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (1/5/2013) dini hari WIB. Namun, untung bagi Dortmund, karena hingga peluit akhir pertandingan Dortmund hanya kalah 2-0.

Kekalahan ini membuat Dortmund berhak melaju ke final dengan keunggulan agregat 4-3. Pasalnya, pada semifinal leg pertama Dortmund sudah lebih dulu mengantongi modal berharga dengan mengalahkan Madrid 4-1.

Advertisement

Namun, lain ceritanya jika Madrid mampu menambah satu gol sebelum peluit akhir dibunyikan. Dortmund dipastikan tersingkir dan menyerahkan tiket ke final pada Madrid.

Dan hal itu bukannya tak mungkin terjadi. Pasalnya, sejak peluit awal Madrid benar-benar tampil garang dan berulang kali menciptakan peluang untuk membalikkan keadaan.

Upaya Madrid itu pastinya membuat perasaan para pendukung Dortmund was-was. Namun, tak hanya para fans yang merasakan jantungnya berdebar kencang selama 90 menit.

Advertisement

Chairman Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, bahkan mengaku sempat mengunci diri di salah satu kamar mandi di Stadion Santiago Bernabeu dan menolak menyaksikan pertandingan pada menit-menit terakhir.

“Sepertinya kami hanya mampu melakukannya melalui drama,” tutur Watzke seusai laga, “Untuk pertama kalinya dalam hidupku, saya harus menyerah karena masalah jantung. Saya pergi ke toilet, mengunci diri, memasang telinga dan melihat jamku.”

Hal serupa juga diungkapkan direktur olahraga Dortmund, Michael Zorc. Namun, Zorc tak sembunyi di toilet untuk mengatasi rasa takutnya. Zorc lebih memilih menggigit-gigit kuku jarinya selama menyaksikan pertandingan di menit-menit akhir.

“Kami telah mendapat reputasi diri yang besar di Eropa. Pada menit-menit terakhir, saya nyaris mendapat serangan jantung. Tapi ketika, hasil positifnya datang, semua menjadi baik,” aku Zorc.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif