Sport
Sabtu, 20 Januari 2024 - 23:07 WIB

Sosok Philippe Troussier, Pelatih Prancis yang Selalu Apes Tiap Bersua Garuda

Abu Nadzib  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Philippe Troussier (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Pelatih berpengalaman asal Prancis, Philippe Troussier selalu apes saat bersua dengan Timnas Indonesia.

Tiga kali melawan Indonesia, Troussier yang kini berusia 67 tahun itu selalu kalah.

Advertisement

Dokumentasi Solopos.com, kekalahan perdana Troussier terjadi pada tahun 2004 silam saat dirinya menangani Timnas Qatar.

Dalam laga perdana Piala Asia 2004, Qatar kalah 1-2 dari Timnas Indonesia.

Advertisement

Dalam laga perdana Piala Asia 2004, Qatar kalah 1-2 dari Timnas Indonesia.

Bertanding di Workers Stadium pada 18 Juli 2004, Indonesia menjebol gawang Qatar melalui striker Budi Sudarsono dan gelandang energik Ponaryo Astaman.

Hasil ini menjadi kemenangan pertama untuk Indonesia di Piala Asia.

Advertisement

Dua hari berselang usai duel Qatar versus Indonesia, Troussier dipecat. Praktis ia hanya bertugas sebagai pelatih Timnas Qatar selama tujuh bulan.

Kekalahan kedua didapatkan Troussier di ajang SEA Games 2023 Kamboja pada Januari 2023.

Timnas Vietnam yang dibesutnya dikalahkan dari Garuda Muda yang ditukangi Indra Sjafri.

Advertisement

Dalam laga semifinal SEA Games 2023 Kamboja, Troussier kalah 2-3 sehingga Vietnam tersingkir.

Kekalahan ketiga dari Timnas Indonesia didapatkan Philippe Troussier saat dirinya membesut Vietnam untuk Piala Asia Qatar 2023 ini.

Vietnam berbekal rekor bagus saat bersua Garuda yakni dua kali menang dan dua kali imbang.

Advertisement

Tapi apes bagi Philippe Troussier. Vietnam kalah 0-1 dari Timnas Indonesia yang diasuh Shin Tae-yong.

Ini menjadi kekalahan perdana Vietnam sekaligus mengakhiri dominasinya atas Indonesia sejak 2016 silam.

Sebenarnya sosok Philippe Troussier sangat familiar bagi publik sepak bola.

Pelatih asal Prancis ini menangani banyak timnas sebelum menggantikan Park Hang-seo membesut Vietnam pada awal tahun 2023.

Philippe Troussier tercatat pernah menjadi pelatih Timnas Pantai Gading (1992-1993), Timnas Nigeria (1997), Timnas Jepang dan Timnas Qatar (2004), dan Timnas Maroko (2005).

Saat menukangi Timnas Maroko, Philippe Troussier berpindah keyakinan dan memeluk agama Islam pada 2005.

Ia memakai nama Islam, Omar. Kendati menjadi mualaf, Philippe Troussier tak ingin menunjukkan keislamannya ke publik banyak.

Baginya, agama yang ia anut merupakan masalah pribadi. “Awalnya, saya tidak ingin menunjukkan keislaman saya dan keluarga. Saya ingin menjaga perasaan saya sendiri,” kata Philippe Troussier dalam sebuah wawancara.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif